Bisnis
Arab Saudi Butuh 1 Juta Tenaga Kerja, Peluang Besar Bagi Indonesia

Reggy Adriansjah Kartawidjaja, Market Manager Saudi Tourism Authority Indonesia, menegaskan perubahan tersebut. Saat dihubungi, Senin (20/4/2026), ia menyatakan bahwa Arab Saudi “tidak lagi hanya dikenal sebagai destinasi religi, tetapi sebagai pusat pariwisata dan gaya hidup global yang sedang berkembang pesat.”
Sebagai bagian dari strategi besar, Arab Saudi mengembangkan berbagai mega destinasi. Kawasan seperti Al-Ula, The Red Sea Project, Tabuk, hingga Abha & Aseer menjadi motor utama pertumbuhan. Secara kolektif, proyek-proyek ini akan menghadirkan ratusan destinasi baru dalam satu dekade.
Sementara itu, data resmi Saudi Tourism Authority mencatat lonjakan kunjungan wisatawan. Pada 2025, jumlahnya telah menembus 122 juta kunjungan.
Target berikutnya bahkan lebih tinggi, yakni 150 juta wisatawan per tahun pada 2030, terdiri dari 70 juta wisatawan internasional dan 80 juta domestik.
Pertumbuhan pariwisata tersebut secara langsung menciptakan kebutuhan tenaga kerja dalam skala besar. Studi Kementerian Pariwisata Arab Saudi bersama Saudi Human Resources Development Fund (HRSD) memproyeksikan kebutuhan sekitar satu juta tenaga kerja baru di sektor pariwisata dan hospitality hingga 2030.