Ikuti Kami:

Bisnis

ESDM Jabar Sebut Ada 2.000 Titik Pengambilan Air Tanah Tak Berizin

Diterbitkan:

|

Kepala Dinas ESDM Jabar, Bambang Tirtoyuliono
Kepala Dinas ESDM Jabar, Bambang Tirtoyuliono
Kepala Dinas ESDM Jabar, Bambang Tirtoyuliono. (Foto: Ist)

Bambang menegaskan, keberadaan titik pengambilan air tanah ilegal dapat mengganggu keseimbangan ekosistem bawah tanah karena sulit dilakukan pemantauan dan pengendalian.

“Kalau tidak terkendali, kita sulit menjaga keseimbangan kuantitas air tanah. Pemerintah punya tugas melakukan konservasi agar ketersediaan air tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga:  Sembilan Produk Makanan Berlabel Halal Ditemukan Mengandung Babi!

Ia menambahkan, kawasan dengan jumlah penggunaan air tanah terbanyak berada di wilayah utara hingga tengah Jawa Barat, terutama di kawasan industri seperti Bogor dan sekitarnya.

Sementara untuk sektor air minum dalam kemasan (AMDK), terdapat 130 badan usaha yang menggunakan sekitar 400 titik pengambilan air tanah, dan seluruhnya telah memiliki izin resmi.

Baca Juga:  Alasan Harga Tiket Indonesia vs Argentina Cukup Mahal, PSSI Beri Penjelasan

Namun, Bambang mengingatkan adanya kewajiban sosial bagi perusahaan pengambil air tanah untuk menyalurkan 15 persen dari debit air tanah berizin kepada masyarakat sekitar.

Laman: 1 2 3