Peristiwa
Bandung Darurat Jiwa! Marak Percobaan Bunuh Diri, Ribuan Siswa Depresi

Untungnya, layanan baru ini tidak berjalan dari nol. Pemkot Bandung memanfaatkan ekosistem Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang sebelumnya sudah digarap DP3A. Jika dulu konseling psikolog hanya ada di sekolah dan 12 puskesmas tertentu, kini pintunya dibuka lebih lebar lewat kantor kecamatan dan kelurahan.
Pemerintah sadar, program bagus akan percuma jika masyarakat tidak tahu atau bingung cara mengaksesnya. Padahal, urgensi penanganan masalah psikologis ini berpacu dengan waktu. Oleh karena itu, skema sosialisasi masif langsung disiapkan dari atas ke bawah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, memastikan pihaknya bakal meluaskan jangkauan informasi ini secara agresif. Dinas Kesehatan akan menggerakkan kader Posyandu hingga pengurus RW untuk menyisir warga yang membutuhkan bantuan psikologis.
Nantinya, warga tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit besar untuk sekadar berkonsultasi. Mekanisme pendaftaran layanan psikolog kewilayahan ini bisa dijembatani langsung oleh pengurus lingkungan setempat.
Sony berharap, sistem jemput bola ini bisa memotong stigma negatif soal kesehatan mental, sehingga warga tidak lagi malu untuk mencari pertolongan medis.(*)