Ikuti Kami:

Kesehatan

Gubernur Jabar Buktikan Terang-Terangan Bahwa Vaksin Covid-19 Halal

Diterbitkan:

|

Ilustrasi DNA. (Foto: Freepik)

Namun dosen Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Aluicia Anita Artarini, sesuai dokumen AstraZeneca dan tim University of Oxford yang melakukan uji klinis, AstraZeneca ternyata menggunakan enzim tripsin yang berasal dari jamur, bukan babi.

Baca Juga:  Menderita Penyakit Tulang dan Sumsum, Warga Serdang Bedagai Butuh Kepedulian

“AstraZeneca tidak menggunakan tripsin hewan pada proses produksinya dan di proses akhir pun tripsin itu tidak ada,” kata Anita dalam bincang-bincang virtual pada akhir Maret 2021.

Anita menjelaskan bahwa enzim tripsin tersebut tidak dimasukkan ke dalam formula vaksin, melainkan hanya digunakan sebagai pemotong sel mamalia yang dibeli AstraZeneca dari Bank Sel, Thermo Fisher.

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun Libatkan Empat Kendaraan di Jalur Arteri Purwakarta-Bandung

Atas fakta-fakta tersebut maka klaim bahwa vaksin Sinovac dan Astrazeneca mengandung DNA babi adalah keliru. MUI dan BPOM sudah menyatakan bahwa vaksin Sinovac dan AstraZeneca tidak mengandung babi. ***

Laman: 1 2 3