Ikuti Kami:

Pemerintahan

Revisi RUU Sisdiknas, Jangan Biarkan Guru Hanya Hidup Minimum!

Diterbitkan:

|

Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad
Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad
Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad. (Foto: Ist)

“Konsep minimum itu bermasalah. Seolah-olah negara hanya memastikan guru tidak miskin. Padahal mereka adalah pembentuk karakter bangsa,” tegasnya.

Ia mendorong revisi frasa tersebut menjadi “penghasilan yang layak di atas kebutuhan minimum”. Penambahan kata “layak”, menurutnya, merupakan penegasan filosofis bahwa guru tidak boleh hanya diberi standar hidup paling dasar.

Baca Juga:  Anggaran Rp1 Triliun, Jawa Barat Siap Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis

Habib Syarief juga menyoroti pasal lain dalam draf RUU Sisdiknas yang memuat frasa “tugas tambahan”. Tanpa batasan jelas, ia menilai istilah tersebut bisa menjadi celah yang menggerus fokus guru dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga:  SBY Langsung Pasang Badan Pasca AHY Gagal Jadi Cawapres Anies Baswedan

“Jika tidak diperinci, frasa ini bisa membebani guru dengan pekerjaan administratif yang tidak proporsional. Ini berbahaya bagi profesionalisme guru,” katanya.

Ia menegaskan perlunya definisi tegas terkait apa saja yang termasuk dalam “tugas tambahan”, sehingga guru memiliki kepastian hukum dan terlindungi dari beban di luar fungsi pedagogis mereka.

Laman: 1 2 3