Ikuti Kami:

Ragam

DPR Temukan Banyak Pelanggaran di Dapur MBG Garut, Apa Saja?

Diterbitkan:

|

Kunjungan kerja DPR RI ke SPPG di Garut
Kunjungan kerja DPR RI ke SPPG di Garut
Kunjungan kerja DPR RI ke SPPG di Garut. (Foto: Ist)

“Jadi kemarin pelajar diberi makanan kering sampai batas waktu virtual account habis,” kata Cucun.

Selain sanitasi, Cucun juga menyoroti menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar. Ia mencontohkan porsi buah yang minim, seperti pisang berukuran kecil hingga anggur yang hanya tiga butir per kotak.

Baca Juga:  Wali Kota Bandung Kaji Aturan Baru, Siswa di Sekolah Tanpa HP

“Kalau dihitung paling habis Rp 6 ribu per porsi. Padahal anggarannya Rp 10 ribu. Saya ingatkan, jangan berani ganggu yang Rp 10 ribu ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Wow! Seorang Penarik Becak Terpilih Sebagai Kuwu Dalam Pilwu Cirebon 2021

Dalam peninjauan dua SPPG di Kadungora, Cucun menemukan masalah serupa, mulai dari higienitas dapur, pembuangan air, hingga alur kerja yang memungkinkan terjadinya kontaminasi silang. Ia menekankan pentingnya keterlibatan ahli gizi dalam setiap proses produksi makanan.

“Dapur harus punya test food, jangan beroperasi sebelum ada itu,” katanya.

Laman: 1 2 3