Ikuti Kami:

Ragam

Sekolah Maung Jawab Kesenjangan Pendidikan dan Industri di Jabar

Diterbitkan:

|

Ilustrasi anak sekolah
Ilustrasi anak sekolah
Ilustrasi anak sekolah. (Foto: Net)

JMNChannel.com | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tengah mematangkan rancangan teknis pembangunan Sekolah Maung (Manusia Unggul), sebuah model pendidikan baru yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara sistem pendidikan dan kebutuhan dunia kerja masa depan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, proyek pendidikan yang digagas Gubernur Dedi Mulyadi tersebut ditargetkan mulai dibangun secara fisik pada 2026 dan beroperasi penuh pada 2027. Saat ini, fokus pemerintah daerah adalah penajaman detail teknis kurikulum dan infrastruktur pendukung.

Baca Juga:  BIJB Kertajati Siap Fasilitasi Keberangkatan Jemaah Haji Asal Jabar

“Kebijakan makronya sudah jelas. Sekarang kami sedang memperdalam aspek mikronya bersama Dinas Pendidikan, terutama terkait kurikulum dan sarana pendukung,” kata Herman dalam keterangan yang diterima, Rabu (14/1/2026).

Berbeda dengan sekolah konvensional, Sekolah Maung dirancang menggunakan pendekatan lintas sektor dan berbasis kebutuhan pasar kerja. Kurikulumnya disusun agar lulusan tidak berhenti pada ijazah, tetapi memiliki kompetensi terukur yang relevan dengan kebutuhan industri dan sektor produktif lainnya.

Baca Juga:  Kebakaran Hanguskan Pabrik Kayu Lapis di Serdang Bedagai, Satu Orang Terluka

Pemprov Jabar menilai model pendidikan yang tidak selaras dengan kebutuhan lapangan kerja menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran terdidik. Karena itu, Sekolah Maung diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia yang siap kerja sejak lulus.

Laman: 1 2 3