Ikuti Kami:

Ragam

Siswa Tak Lolos Sekolah Maung, Ini Kata Dedi Mulyadi

Diterbitkan:

|

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)

Dedi menjelaskan sekolah ini diperuntukkan bagi siswa berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik, termasuk seni dan olahraga. Konsepnya menghidupkan kembali model sekolah unggulan yang pernah dikenal luas sebelum sistem zonasi diberlakukan.

Baca Juga:  Hujan Disertai Badai Menyebabkan Sekitar 100 Kios di Bandung Ambruk

“Sekolah Maung itu adalah perubahan dari sekolah favorit di zaman dulu. Misalnya di satu kabupaten biasanya ada SMA 1 atau SMA 3 atau SMA 2 yang menjadi sekolah favorit siswa, dimana penerimaan NEM-nya, NEM tertinggi,” jelas Dedi Mulyadi.

Dengan hadirnya Sekolah Maung, siswa yang sebelumnya mengandalkan jalur zonasi kini harus bersaing melalui seleksi berbasis prestasi.

Baca Juga:  Festival UMKM, Bangkitkan Ekonomi di Kabupaten Purwakarta

Kerja sama Pemprov Jabar dengan sekolah swasta di sekitar lokasi Sekolah Maung pun akan dikukuhkan secara resmi melalui Surat Keputusan Gubernur.

Hal tersebut guna memastikan hak pendidikan siswa sekitar sekolah yang tidak lolos tetap terlindungi secara hukum.

Laman: 1 2 3