Ikuti Kami:

Bisnis

Proyek Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Bisa Terhenti, Ini Alasannya

Diterbitkan:

|

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)

Di tengah kekhawatiran terhadap potensi persaingan kebutuhan air antara industri dan masyarakat, Dedi menyebut kapasitas alokasi air Waduk Jatiluhur masih memiliki ruang pemanfaatan.

Ia memaparkan, PDAM Kabupaten Purwakarta memperoleh alokasi air resmi sebesar 3.000 liter per detik. Namun, berdasarkan data yang disampaikannya, pemanfaatan selama puluhan tahun baru mencapai sekitar 380 liter per detik atau sekitar 11 persen dari alokasi tersebut.

Baca Juga:  Kasus Pembuangan Limbah Medis di Sungai Citarum, Ini Respon DLH Karawang

Dedi juga menyebut kebutuhan air perusahaan diperkirakan menggunakan sekitar 14 persen dari alokasi yang tersedia. Dengan perhitungan tersebut, ia menilai masih terdapat sisa kapasitas yang dapat dimanfaatkan.

“Kalau dari jatah yang diberikan dari 100 persen baru dipakai 11 persen, berarti ada 89 persen air yang tidak dimanfaatkan oleh PDAM. Sekarang dipakai lagi sebanyak 14 persen oleh perusahaan. Masih kurang apa nyisa? Nyisa. Sederhana,” kata Dedi.

Baca Juga:  Pelabuhan Patimban Diharapkan Terintegrasi Kawasan Industri di Subang

Meski demikian, angka alokasi dan pemanfaatan tersebut merupakan penjelasan yang disampaikan gubernur. Dampak penggunaan air oleh pusat data terhadap kebutuhan masyarakat tetap perlu dinilai melalui data teknis, termasuk kebutuhan operasional perusahaan dan kondisi ketersediaan air.

Laman: 1 2 3 4