Ragam
El Nino Kian Kuat, Hujan Buatan di Jawa Barat Belum Bisa Dilakukan

JMNChannel.com | Upaya menghadirkan hujan buatan di Jawa Barat belum dapat dilakukan meski musim kemarau diprediksi mencapai fase terkering pada September-Oktober 2026. Kendalanya bukan semata-mata kondisi cuaca yang kering, tetapi minimnya awan yang bisa menjadi sasaran modifikasi cuaca.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan pelaksanaan modifikasi cuaca atau hujan buatan membutuhkan keberadaan awan dengan potensi yang memadai. Sementara saat ini, potensi awan pembawa hujan di wilayah Jawa Barat masih berada di bawah 30 persen.
“Kami harus menunggu awan terkumpul dulu baru bisa melaksanakan modifikasi cuaca (hujan buatan). Kalau belum cukup, belum bisa dilakukan,” kata Suaidi dalam keterangan yang diterima, Sabtu (28/8/2026).
Kondisi tersebut menjadi tantangan di tengah pengaruh El Nino yang berada pada kategori sangat kuat. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia berlangsung pada Agustus hingga Oktober, dengan beberapa daerah berpotensi mengalami kondisi lebih kering dibandingkan normal.
Meski demikian, Suaidi menegaskan musim kemarau tidak berarti hujan sama sekali tidak akan turun. Hujan lokal masih dapat terjadi apabila kondisi atmosfer mendukung pertumbuhan awan konvektif.