Ikuti Kami:

Peristiwa

Dewan Pendidikan Purwakarta Respon Kasus Bullying di SDN 2 Cirangkong

Diterbitkan:

|

Ilustrasi stop bullying. (Foto: glints.com)

“Kasus perundungan yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur harus menjadi evaluasi bersama. Pemerintah dan pihak-pihak terkait harus memperketat pengawasan di lingkungan pendidikan, terutama di sekolah-sekolah,” tegasnya.

Menurut Agus, pencegahan bullying membutuhkan pemecahan masalah secara menyeluruh dengan melibatkan sekolah, guru, keluarga pelaku, maupun keluarga korban.

Baca Juga:  Kampung Tajur Purwakarta, Indah dan Mengajarkan Kearifan Lokal Sunda

“Harus dicari akar masalahnya itu apa. Apa kondisi sekolahnya, apa kondisi gurunya, terus lingkungan keluarganya baik keluarga pelaku maupun keluarga korban, sehingga munculnya solusi yang komprehensif,” tambahnya.

Ia menekankan, sekolah sebagai lembaga pendidikan semestinya menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar sekaligus membangun kehidupan sosial.

Baca Juga:  Heboh! Gara-Gara ODOL, Supir Truk di Bandung Tutup Ruas Jalan Tol Purbaleunyi

“Agar tidak terjadi bullying, sekolahnya harus sehat, fungsi pengawasan nya harus jalan dan paling utama hari ini perlu diingatkan lagi bahwa institusi pendidikan jangan sampai salah simpan orang, yang berakibat fatal terhadap kemajuan pendidikan,” ujar Agus.

Laman: 1 2 3