Pemerintahan
Jabar Genjot Proyek Dewan Saat Defisit Rp3,4 T dan Fasilitas Dipangkas

Ironisnya, ketika angka defisit anggaran masih mencatatkan triliunan rupiah dan beban keuangan daerah kian menghimpit, pekerjaan fisik di lingkungan DPRD Jabar sama sekali tidak tersendat.
Pantauan di lapangan memperlihatkan pengerjaan penambahan ruangan baru, penguatan saluran drainase, hingga perbaikan struktur di lantai atas gedung dewan masih digarap secara intensif.
Seorang pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa aktivitas konstruksi tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
“Saat ini kami mengerjakan penguatan saluran irigasi serta penambahan ruangan di lantai atas atau lantai dua,” ungkap pekerja tersebut, seraya mengakui bahwa pesanan pekerjaan berasal dari lingkungan internal dewan meskipun ia tidak mengetahui pasti apakah pengorder berasal dari Bagian Humas atau Sekretariat DPRD.
Dampak dari kebijakan kontradiktif ini langsung dirasakan oleh masyarakat dan kalangan pemburu berita. Publik mulai membandingkan ketimpangan kebijakan di mana proyek fisik jalan terus, sementara fasilitas pendukung publik justru dipangkas habis-habisan.