Pemerintahan
Jabar Genjot Proyek Dewan Saat Defisit Rp3,4 T dan Fasilitas Dipangkas

JMNChannel.com | Di tengah efisiensi anggaran dan bayang-bayang defisit APBD 2026 sebesar Rp3,4 triliun, roda proyek renovasi dan pembangunan fisik di lingkungan DPRD Jawa Barat serta kawasan Gedung Sate justru tetap berjalan ‘gaspol’.
Kontradiksi ini memicu kritik tajam publik lantaran penghematan anggaran justru dibebankan pada pemangkasan fasilitas dasar, sementara proyek fisik bernilai jumbo di kawasan dewan dibiarkan melenggang tanpa penjelasan transparan.
Kata efisiensi kini sedang keras-kerasnya digaungkan di seluruh penjuru Jawa Barat. Belanja rutin ditekan secara ketat, berbagai fasilitas operasional dipangkas, dan aneka kebutuhan birokrasi diperketat demi menyelamatkan keuangan daerah.
Namun, pemandangan kontras justru tersaji nyata di jantung pemerintahan. Aktivitas pembangunan dan renovasi Gedung DPRD Jawa Barat masih terus bergerak tanpa ada tanda-tanda pengereman.
Kendati demikian, kontras mencolok ini sontak memantik tanda tanya besar di benak publik. Di satu sisi, pemerintah daerah tak henti-hentinya mendengungkan pesan penghematan anggaran.
Di sisi lain, deru alat berat dan aktivitas proyek fisik di lingkungan gedung dewan terus menderu setiap hari, bahkan kawasan Gedung Sate pun turut mengalami serangkaian pekerjaan perubahan serta penataan lanskap.