Ikuti Kami:

Peristiwa

Catut Program MBG, Belasan Pesantren di Jabar Diduga Tertipu

Diterbitkan:

|

Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Ist)

Koordinator Tim Hukum Korban, Afreindi Sikumbang, mengungkapkan fakta mengejutkan setelah menelusuri legalitas organisasi tersebut. Berdasarkan data Kementerian Koperasi, Koperasi Santri Nusantara ternyata tidak terdaftar.

​“Artinya, dari sisi legal standing, koperasi ini tidak berbadan hukum. Kasus ini diduga murni penipuan dengan badan usaha palsu,” tegas Afreindi.

Baca Juga:  Timnas Indonesia U-17 Diminta Tampil Lebih Agresif Lawan Honduras

​Ketua LBH GP Ansor, H. Dendy Zuhairil Finsa, menduga jumlah korban jauh lebih besar dari yang melapor saat ini. Ia mensinyalir ada ratusan pesantren lain yang terjebak pola serupa di berbagai daerah.

Baca Juga:  Kerajinan Tangan Dari Kampung Pasir Talaga Sukabumi Ini Tembus Mancanegara

​“Ini bukan sekadar kasus individual, melainkan persoalan serius yang berpotensi menimpa lembaga pendidikan pesantren secara luas,” kata Dendy.

​Senada dengan itu, Sekretaris Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, Gus Ulun Nuha, mendesak adanya transparansi dan proses hukum yang adil.

Laman: 1 2 3 4