Ikuti Kami:

Ragam

Darurat Kasus Penipuan Digital di Jabar, 131 Ribu Laporan Menumpuk

Diterbitkan:

|

Praktisi IT, Keamanan Siber, dan Hukum, Satriyo Wibowo. (Foto: Ist)

​“Gerakan ini ingin menurunkan risiko penipuan digital dari tahun lalu, misalnya. Itu kan lebih jelas,” ujar Satriyo.

​Melalui pendekatan ini, program perlindungan siber tidak lagi diukur dari banyaknya jumlah seminar. Tolak ukur utama bergeser pada penurunan nyata jumlah laporan aduan serta nilai kerugian masyarakat di lapangan.

Baca Juga:  Gunung di Purwakarta Terbelah, Dedi Mulyadi Sambangi Pelaku Penambangan

​“Jadi nanti tinggal targeting saja. Nanti kerja sama dengan OJK, minta datanya untuk misalnya enam bulan berikutnya, minta data lagi. Jadi yang kita lakukan itu apakah sudah benar atau mungkin ada yang belum,” katanya.

Baca Juga:  Perkembangan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Secara Sadis di Subang

​Secara teknis, tingginya lonjakan aduan penipuan digital di Jawa Barat berkorelasi langsung dengan tingginya penetrasi internet serta volume transaksi keuangan digital di kawasan metropolitan ini.

Tanpa integrasi data log kejahatan dari IASC OJK ke dalam sistem mitigasi daerah, program edukasi publik akan selalu tertinggal dari modifikasi teknik social engineering yang dilakukan pelaku penipuan siber.

Laman: 1 2 3 4 5